Monday, November 4, 2019

Jatuh Cinta sama Liptint

Saya bukan termasuk orang yang suka gonta-ganti lipstik. Bahkan satu lipstik yang sudah habis bisa repurchase berulang kali. Kosmetik bibir pertama yang pernah pakai adalah lipbalm dari Avon (lupa varian apa), kemudian lipstik Avon, Mirabella Colorfix, Revlon Colorstay, Purbasari lipmatte, Mineral Botanica SMLC dan Pixy lipcream. 

Saat awal-awal hype beberapa tahun yang lalu, saya tidak tertarik dengan liptint. Hingga akhirnya mulai bosan dengan lipstik yang ada. Lihat-lihat di toko kosmetik dekat rumah, mata nyangkut di Wardah Everyday Cheek & Liptint.



Kemasan
Tidak seperti kemasan produk Wardah lain yang nampak untuk segment woman, kemasan liptint ini girly. Dusnya perpaduan warna pink, putih dan tosca, cantik. Botolnya kiyut, sedikit lebih besar dari kelingking,  sesuai shade-nya dengan tutup putih, sebetulnya agak riskan kotor ya.

Aplikator
Mirip aplikator lipcream, lembut, gampang di-apply.

Tekstur
Pun mirip lipcream cuma ini watery. 

Warna
Liptint ini tersedia dalam 3 warna:
No 1 Red Set Glow aka merah cabe
No 2 My Baerry aka fuchsia
No 3 Pink on Point aka pink cantik

Saya jatuh cinta sama shade no 3, gak gonjreng, nampak natural.



Hasil akhir

  • Di bibir: one swipe only, pigmented, awalnya agak lengket, ada rasa manis di bibir, tanpa aroma apapun. Lama-lama enakeun nampak pink natural, kissproof, bertahan sampai delapan jam tanpa makan. 
  • Di pipi: dua kali swipe, ditap-tap sampai nge-blend, menghasilkan rona pipi cantik nan alami. Pada gambar di atas, saya hanya pakai base cushion saja. 

Klaim

  • Healthy blushing cheek ✓
  • Moisturising + nourishing ✓ 
  • Pigmented and natural finish ✓ 
  • Yummy fruity aroma?? Saya rasa tidak ada

Kesimpulan 
Saya jatuh cinta sama liptint ini 😍 
Rate: 4/5 
Recommended? Pasti! 
Repurchase? Sepertinya iya 


No comments:

Post a Comment

Galau saat Skincare Highend Ternyata "It Works"

Sebagai emak-emak yang cuma bisa menyisihkan uang dapur untuk beli skincare , tidak ada budget khusus, tidak pernah terpikir untuk icip ...