Tuesday, August 20, 2019

Lahir Prematur karena Ketuban Pecah Duluan

Jumat, 27 Desember 2013, habis magrib

Ada yang basah-basah di celana, belum curiga apa-apa.

Sabtu, 28 Desember 2013, dini hari

Terbangun karena 'ngompol' banyak bsnget, sampe harus pake pembalut. Cairannya putih kental seperti lendir, tidak amis. 

Tiga klinik DSOG dekat rumah tutup, liburan akhir tahun, tidak ke RSUD karena terkenal dengan pelayanan kurang menyenangkan. 

Pergi ke bidan senior, cuma dikasih amoxicilin dan disuruh bed rest di rumah, tanpa mewanti-wanti bahaya pecah ketuban dini (PKD), sejak saat itu, saya benci dengan bidan tersebut.

Minggu, 29 Desember 2013

Masih bed rest di rumah, air ketuban masih keluar. 

Senin, 30 Desember 2013, pagi

Klinik DSOG yang jutek buka. Daftar via telepon, tapi begitu datang langsung bilang ke tempat pendaftaran bahwa ketuban sudah pecah. Tak lama kemudian, dipanggil ke ruang periksa.
Dokter yang biasanya super jutek, berubah lembut dan berhati-hati dalam bicara. Katanya, ada tiga hal:
1. PKD bisa menyebabkan infeksi, akan diberi antibiotik
2. Usia 30 minggu, paru-paru bayi belum berkembang dengan baik, akan diberi obat untuk mematangkan paru-paru bayi, dirawat dua hari
3. Bayi sungsang, posisi kepala di atas, pantat di bawah, kaki selunjur ke atas, posisi badan miring kanan. Masih bisa diakali spy lahir normal. 


Jam 14, belum ada mulas, diinfus, disuntik. 

Jam 19, diberi obat yg dimasukkan ke vagina. Ada mulas sesekali, belum ada pembukaan. 

Selasa, 31 Desember 2013, jam 00

Mulas makin jadi, baru pembukaan dua. Jerit-jerit, teriak-teriak, nangis, marah, menahan sakit seperti mulas saat mens tapi intens banget, tiap menit rasanya. 

Jam 6, pembukaan enam. 

Jam 9, kata dokter siap-siap tenaganya. Kalau sampai jam 10 masih belum keluar, harus caesar

Dengan sekuat tenaga, akhirnya tangis nyaring Baby Oryza terdengar. Langsung ditaruh di dada, semantara dokter dan tim membereskan lain-lain.
Alhamdulillah... normal dan sehat, cantik banget. Dengan panjang 40 cm dan berat 2.100 gram, Oryza harus masuk inkubator, bahkan diadzani di situ. 

Oryza sudah bisa nenen pertama :)

No comments:

Post a Comment

Galau saat Skincare Highend Ternyata "It Works"

Sebagai emak-emak yang cuma bisa menyisihkan uang dapur untuk beli skincare , tidak ada budget khusus, tidak pernah terpikir untuk icip ...