Wednesday, July 25, 2018

Lahir Prematur karena Ketuban Pecah Duluan

Jumat, 27Des13, habis magrib
Ada yang basah-basah di celana, belum curiga apa-apa.

Sabtu, 28Des13, dini hari.
Terbangun karena 'ngompol' banyak banget, sampe harus pakai pembalut. Cairannya putih kental seperti lendir, tidak amis.
3 klinik DSOG dekat rumah tutup, liburan akhir tahun, tidak ke RSUD karena terkenal dengan pelayanan buruk.
Pergi ke bidan senior, cuma dikasih amoxicilin dan disuruh bed rest di rumah, tanpa mewanti-wanti bahaya pecah ketuban dini (PKD) => sejak saat itu, saya benci dengan bidan tersebut.

Minggu, 29Des13
Masih bed rest di rumah, air ketuban masih keluar.

Senin, 30Des13, pagi.
Klinik DSOG yang jutek buka. Daftar via telepon, tapi begitu datang langsung bilang ke tempat pendaftaran bahwa ketuban sudah pecah. Tak lama kemudian, dipanggil ke ruang periksa.
Dokter yang biasanya super jutek, berubah lembut dan berhati-hati dalam bicara. Katanya, ada 3 hal:
1. PKD bisa menyebabkan infeksi => akan diberi antibiotik
2. Usia 30w, paru-paru bayi blm berkembang dg baik => akan diberi obat untuk "mematangkan" paru-paru bayi, dirawat 2 hari.
3. Bayi sungsang, posisi kepala di atas, pantat di bawah, kaki selunjur ke atas, posisi badan miring kanan => masih bisa diakali supaya lahir normal.
Jam 14, belum ada mulas, diinfus, disuntik.
Jam 19, diberi obat yang dimasukkan ke vagina. Ada mulas sesekali, belum ada pembukaan.

Selasa, 31Des13, jam 00
Mulas makin jadi, baru pembukaan 2.
Jerit-jerit, teriak-teriak, nangis, marah, menahan sakit seperti mulas saat mens tapi intens banget, tiap menit rasanya.
Jam 6, pembukaan 6.
Jam 9, kata dokter siap-siap tenaganya. Kalau sampai jam 10 masih belum keluar, harus caesar.
Dengan sekuat tenaga, akhirnya tangis nyaring Baby Oryza terdengar. Langsung ditaruh di dada, sementara dokter dan tim membereskan lain-lain.
Alhamdulillah... normal dan sehat, cantik banget.
Dengan panjang 40 cm dan berat 2100 gr, Oryza harus masuk inkubator, bahkan diadzani di situ.
Oryza sudah bisa nenen pertama :)

No comments:

Post a Comment

Galau saat Skincare Highend Ternyata "It Works"

Sebagai emak-emak yang cuma bisa menyisihkan uang dapur untuk beli skincare , tidak ada budget khusus, tidak pernah terpikir untuk icip ...