Friday, August 16, 2019

Postpartum Hemorrhoid


Saat hamil Fatih susah makan, mual muntah, sembelit lebih parah daripada saat hamil Ory. Setelah melahirkan bahkan ada hemorroid (wasir/ambeien) keluar selama kurang lebih satu bulan, DSOG memberi obat Venosmil (hidrosmin 200mg).  

Berikutnya hemorroid tersebut hanya keluar pada saat BAB saja dan bisa dimasukkan kembali.
Masuk usia 4 bulan, Fatih terkena batuk pilek. Selama hampir seminggu, tiap malam tidur terganggu, rewel melulu. Tengah malam dalam keadaan terngantuk-ngantuk, berkali-kali terbangun menenangkan Fatih, duduk pun sembarangan. Ada hemorroid keluar, kali ini tidak bisa dimasukkan lagi, mengganjal dan terasa sakit.

Chat dengan Gita (sepupu yang jadi perawat), curhat tentang hal ini. Berdasarkan pengalaman Gita, disarankan minum obat:
1.       Mefinal (asam mefenamat)
2.       Cefadroxil
3.       Methylprednisolon

Dan diberi ramuan oleh Bi Aah (ibunya Gita) berikut:
1.       Temulawak 2 buah: dihaluskan dengan juicer (bukan blender), diambil airnya saja
2.       Santan instan 1 buah
3.       Gula aren 1 buah
Dikukus, lalu tiap hari diminum 1 sendok makan pagi dan sore. Rasanya getir, nempel di mulut.

Obat dan ramuan tersebut memang mengurangi sakit, tapi tidak mengecilkan apalagi bisa masuk lagi. 

Sampai seminggu, ada berdarah. Lalu ke dokter umum di klinik 24 jam. 

Ditangani oleh dokter Syarifah, dokter muda yang cantik dan ramah. Dari dokter Syarifah dibekali beberapa obat:
1.       Nexitra (tranexamic acid 500mg) 2x1: untuk menghentikan perdarahan
2.       Lokev (omeprazole 20mg)
3.       Hemorid 2x1
4.       Asimat (asam mefenamat) 2x1: untuk anti nyeri

Biaya Rp. 75.000,-

Menurut dokter Syarifah, penanganan untuk hemorroid yang sudah keluar adalah operasi. Dan, dia merekomendasikan dokter Lukman, SpB. 

Ternyata dokter Lukman hanya praktik pagi. 

Sore itu, saya menyempatkan diri ke RS Khusus Bedah Budi Kasih, disambut oleh asisten dokter bedah di situ. Menurut dia, hemorroid yang sudah keluar harus dioperasi dengan biaya sepuluh juta rupiah (sudah termasuk biaya operasi, rawat inap selama tiga hari dan obat). Harus kontrol lagi 1 minggu dan 2 minggu setelah operasi. Kalau siap biayanya, operasi bisa dilaksanakan hari itu juga, dengan puasa 6 jam sebelumnya. 

Jujur saya syok. Bukan cuma karena harus operasi, tetapi juga menyangkut biaya dadakan yang cukup besar untuk saya dan harus meninggalkan Fatih selama tiga hari. 

Sempat googling beberapa klinik wasir yang katanya bisa operasi dengan laser, hanya 15 menit, bisa langsung pulang, less pain. Hanya saja klinik tersebut semuanya berada di Jakarta dan sekitarnya, tidak ada di Bandung. 

Besoknya saya pergi ke klinik dokter Lukman. Sayangnya sedang tidak ada di tempat, baru ada besoknya lagi. Dari asistennya, didapatkan informasi bahwa hemorroid yang sudah keluar tidak selalu harus operasi. Ada juga yang dikasih obat dan atau salep. 

Mencoba bersabar sambil menahan rasa tidak enak di pantat. Sampai akhirnya bertemu dokter Lukman keesokan harinya. Dokternya belum terlalu sepuh, baik, ramah dan komunikatif. 

Dijelaskan bahwa hemorroid adalah pembengkakan pembuluh vena di anus, bisa terjadi kehamilan, melahirkan, dan atau kurang makan serat serta sering menahan BAB. Hemorroid sendiri terdiri dari ada beberapa grade

Grade 1: ada hemorroid tapi tidak keluar
Grade 2: hemorroid keluar saat BAB tapi bisa masuk sendiri
Grade 3: hemorroid keluar saat BAB, harus dimasukkan lagi, tidak bisa masuk sendiri
Grade 4: hemorroid keluar, tidak bisa dimasukkan lagi

Untuk grade 1 dan 2, masih bisa diobati. Sedangkan grade 3 dan 4 sebaiknya operasi. 

Berhubung sudah mencapai sepuluh hari, dijelaskan bahwa sudah operasi tidak diperlukan lagi urgensinya, karena sudah tidak bengkak, tidak sakit dan akan mengecil sendiri dalam waktu kurang lebih 12 minggu, meninggalkan kelebihan kulit, dan kurang estetik saja (hmmm lagian siapa juga yang mau lihat-lihat ke situ, bahkan suami pun gak akan sengaja memperhatikan J ). 

Untuk pemeriksaan, saya disuruh berbaring berselimut, miring kiri dengan kaki ditekuk, lalu dilihat, dan ternyata memang sudah mulai kempis. 

Cukup diberi obat saja: Hesmin (hesperidin 50mg, diosmin 450mg) 2x1 sebanyak 20 biji. 

Pesan dokter Lukman: banyak makan buah dan sayur, minum air putih, jangan menahan BAB, dan jangan makan cabe karena ada zat dalam cabe yang bisa menyebabkan perdarahan lagi. 

Biaya: Rp. 365.500,- 

Alhamdulillah, lumayan lega rasanya bisa bertemu dokter Lukman yang komunikatif. Semoga ke depannya tidak akan bermasalah lagi. Aamiin...

No comments:

Post a Comment

Galau saat Skincare Highend Ternyata "It Works"

Sebagai emak-emak yang cuma bisa menyisihkan uang dapur untuk beli skincare , tidak ada budget khusus, tidak pernah terpikir untuk icip ...